Happy New Year everyone!!! :) tahun 2011 ini aku harap dapat menjadi insan yang lebih baik lagi dari tahun sebelumnya. Resolusi pertama yang harus tercapai adalah tes TOEFL dengan score paling tidak 500.. Ayooo!! Semangat Gilang..!!
Jujur saja kemampuan Bahasa Inggris ku benar-benar kacau :-O dan aku harus berusaha lebih giat lagi untuk belajar dan berlatih.. terimakasih Indah yang telah mengajakku untuk mengikuti tes pada bulan Februari..jadi setidaknya aku masih punya waktu kurang lebih 2 bulan untuk berlatih.. cukup sulit mengumpulkan semangat yang kadang semangat itu kembang kempis tak karuan (hahaha.. bahasanya aneh) juga terimaksih buat Rangga yang sudah meminjami buku untuk belajar dan berlatih.. (hahaha.. gak modal saya) :P
jadi kerahkan semangat penuh untuk berlatih TOEFL... Hiyaaaaatttt..!!!!!!
Tuesday, January 4, 2011
Tuesday, December 28, 2010
Kerupuk Guede

Yayy!! akhirnya mama ku pulang dari palembang dan akhirnya aku bisa terbebas dari makanan yang disebut mie instant... :D
mama pulang kmaren dengan membawa banyak makanan :D tapi yang aku kaget dia mebawa sebuah (hanya satu) kerupuk putih yang gede bangeeeettt... tau aja dia kesukaan anaknya hehehe...
bisa bayangkan kan begitu sumringahnya tampangku ketika melihat kerupuk itu.. hehhehe.. :D
Saturday, September 18, 2010
Old Story..... yang aku gak pernah bosen ngebacanya :)
If Tomorrow Never Comes......
Segalanya berawal ketika saya masih berumur 6 tahun. Ketika saya sedang
bermain di halaman rumah saya di California, saya bertemu seorang anak
laki-laki. Dia seperti anak laki2 lainnya yang menggoda saya dan
kemudian saya mengejarnya dan memukulnya. Setelah pertemuan pertama
dimana saya memukulnya, kami selalu bertemu dan saling memukul satu sama
lain di batas pagar itu. Tapi itu tidaklah lama. Kami selalu bertemu di
pagar itu dan kami selalu bersama. Saya menceritakan semua rahasia saya.
Dia sangat pendiam , dia hanya mendengarkan apa yg saya katakan.
Saya menganggap dia enak diajak bicara dan saya dapat berbicara
kepadanya ttg apa saja.
Di sekolah, kami memiliki teman2 yang berbeda tapi ketika kami pulang ke
rumah, kami selalu berbicara ttg apa yg terjadi di sekolah. Suatu hari,
saya bercerita kepadanya ttg anak laki2 yang saya sukai tetapi telah
menyakiti hati saya.. Dia menghibur saya dan mengatakan segalanya akan
beres. Dia memberikan kata2 yang mendukung dan membantu saya utk
melupakannya. Saya sangat bahagia dan menganggapnya sebagai teman
sejati. Tetapi saya tahu bahwa sesungguhnya ada yg lain dari dirinya yg
saya suka. Saya memikirkannya malam itu dan memutuskan kalau itu adalah
rasa persahabatan. Selama SMA dan semasa kelulusan, kami selalu bersama
dan tentu saja saya berpikir bahwa ini adalah persahabatan. Tetapi jauh
di lubuk hati, saya tahu bahwa ada sesuatu yang lain. Pada malam
kelulusan, meskipun kami memiliki pasangan sendiri2, sesungguhnya saya
menginginkan bahwa sayalah yg menjadi pasangannya.
Malam itu, setelah semua orang pulang, saya pergi ke rumahnya untuk
mengatakannya. Malam itu adalah kesempatan terbesar yg saya miliki tapi
saya hanya duduk di sana dan memandangi bintang bersamanya dan bercakap2
tentang cita2 kami. Saya melihat ke matanya dan mendengarkan ia
bercerita ttg impiannya. Bagaimana dia ingin menikah dan sebagainya. Dia
bercerita bagaimana dia ingin menjadi orang kaya dan sukses. Yg dapat
saya lakukan hanya menceritakan impian saya dan duduk dekat dengan dia.
Saya pulang ke rumah dengan terluka krn saya tidak mengatakan perasaan
saya yg sebenarnya. Saya sangat ingin mengatakan bahwa saya sangat
mencintainya tapi saya takut. Saya membiarkan perasaan itu pergi dan
berkata kepada diri saya sendiri bahwa suatu hari saya akan mengatakan
kepadanya mengenai perasaan saya.
Selama di universitas, saya ingin mengatakan kepadanya tetapi dia selalu
bersama2 dengan seseorang. Setelah lulus, dia mendapatkan pekerjaan di
New York. Saya sangat gembira untuknya, tapi pada saat yg sama saya
sangat bersedih menyaksikan kepergiannya. Saya sedih karena saya
menyadari ia pergi untuk pekerjaan besarnya. Jadi.. saya menyimpan
perasaan saya utk diri saya sendiri dan melihatnya pergi dgn pesawat.
Saya menangis ketika saya memeluknya krn saya merasa seperti ini adalah
saat terakhir. Saya pulang ke rumah malam itu dan menangis. Saya merasa
terluka karena saya tidak mengatakan apa yg ada di hati saya.
Saya memperoleh pekerjaan sbg sekretaris dan akhirnya menjadi seorg
analis komputer. Saya sangat bangga dgn prestasi saya. Suatu hari saya
menerima undangan pernikahan. Undangan itu darinya. Saya bahagia dan
sedih pada saat yang bersamaan.
Sekarang saya tahu kalau saya tak akan pernah bersamanya dan kami hanya
bisa menjadi teman. Saya pergi ke pesta pernikahan itu bulan berikutnya.
Itu adalah peristiwa besar.
Saya bertemu dgn pengantin wanita dan tentu saja juga dengannya. Sekali
lagi saya merasa jatuh cinta. Tapi saya bertahan agar tidak mengacaukan
apa yg seharusnya menjadi hari paling bahagia bagi mereka. Saya mencoba
bersenang2 malam itu, tapi sangat menyakitkn hati melihat dia begitu
bahagia dan saya mencoba untuk bahagia menutupi air mata kesedihan yg
ada di hati saya. Saya meninggalkan New York merasa bahwa saya telah
melakukan hal yang tepat. Sebelum saya berangkat. . . tiba2 dia muncul
dan mengucapkan salam perpisahan dan mengatakan betapa ia sangat bahagia
bertemu dgn saya.
Saya pulang ke rumah dan mencoba melupakan semua yang terjadi di New
York. Kehidupan saya terus berjalan. Tahun2 berlalu. . . kami saling
menulis surat dan bercerita mengenai hal yg terjadi dan bagaimana dia
merindukan utk berbicara dgn saya.
Pada suatu ketika, dia tak pernah lagi membalas surat saya. Saya sangat
kuatir mengapa dia tidak membalas surat saya meskipun saya telah menulis
6 surat kepadanya.
Ketika semuanya seolah tiada harapan, tiba2 saya menerima sebuah catatan
kecil mengatakan: "Temui saya di pagar dimana kita biasa bercakap2."
Saya pergi ke sana dan melihatnya di sana. Saya sangat bahagia
melihatnya, tetapi dia sedang patah hati dan bersedih. Kami berpelukan
sampai kami kesulitan utk bernafas.
Kemudian ia menceritakan kepada saya ttg perceraian dan mengapa dia
tidak pernah menulis surat kepada saya. Dia menangis sampai dia tidak
dapat menangis lagi.. .. Akhirnya kami kembali ke rumah dan bercerita
dan tertawa ttg apa yg telah saya lakukan mengisi waktu. Akan tetapi,
saya tetap tidak dapat mengatakn kepadanya bagaimana perasaan saya yg
sesungguhnya kepadanya.
Hari2 berikutnya. dia gembira dan melupakan semua masalah dan
perceraiannya. Saya jatuh cinta lagi kepadanya. Ketika tiba saatnya dia
kembali ke New York, saya menemuinya dan menangis. Saya benci melihatnya
harus pergi. Dia berjanji untuk menemui saya setiap kali dia mendapat
libur. Saya tak dapat menunggu saat dia datang shg saya dpt bersamanya.
Kami selalu bergembira ketika sedang bersama.
Suatu hari dia tidak muncul sebagaimana yg telah dijanjikan. Saya
berpikir bahwa mungkin dia sibuk. Hari berganti bulan dan saya
melupakannya.
Suatu hari saya mendapat telepon dari New York. Pengacara mengatakan
bahwa ia telah meninggal dalam sebuah kecelakaan mobil dalam perjalanan
ke airport. Hati saya patah. Saya sangat terkejut akan kejadian ini.
Sekarang saya tahu... mengapa ia tidak muncul hari itu. Saya menangis
semalam-malaman. Air mata kesedihan dan kepedihan; bertanya2 mengapa hal
ini bisa terjadi terhadap seseorang yg begitu baik spt dia?
Saya mengumpulkan barang2 saya dan pergi ke New York utk pembacaan surat
wasiatnya. Tentu saja semunya diberikan kepada keluargnya dan mantan
istrinya. Akhirnya saya dapat bertemu dengan mantan istrinya lagi
setelah saat terakhir kali saya bertemu pada pesta pernikahan. Dia
menceritakan bagaimana mantan suaminya. Tapi suaminya selalu tampak
tidak bahagia.
Apapun yang dia kerjakan.... tidak bisa membuat suaminya bahagia seperti
saat pesta pernikahan mereka. Ketika surat wasiat dibacakan, satu2nya yg
diberikan kepada saya adalah sebuah diary. Itu adalah diary
kehidupannya. Saya menangis karena itu diberikan kepada saya. Saya tak
dapat berpikir. mengapa ini diberikan pada saya?
Saya mengambilnya dan terbang kembali ke California. Ketika di pesawat,
saya teringat saat2 indah yg kami miliki bersama. Saya mulai membaca
diary itu. Diary dimulai ketika hari pertama kami berjumpa. Saya terus
membaca sampai akhirnya saya mulai menangis. Diary itu bercerita bahwa
dia jatuh cinta kepada saya di hari ketika saya patah hati.
Tapi dia takut utk mengatakannya kepada saya. Itulah sebabnya mengapa
dia bagaimana dia ingin mengatakannya kepada saya berkali2, tetapi
takut. Diary itu bercerita ketika di New York dan jatuh cinta dgn yg
lain. Bagaimana dia begitu bahagia ketika bertemu dan berdansa dgn saya
di hari pernikahannya. Dia menulis bahwa ia membayangkan kalau itu
adalah pernikahan kami. Bagaimana dia selalu tidak bahagia sampai
akhirnya harus menceraikan istrinya. Saat2 terindah dalam kehidupannya
adalah ketika membaca huruf demi huruf yg saya tulis kepadanya.
Akhirnya diary itu berakhir dengan tulisan: "Hari ini saya akan
mengatakan kepadaanya kalau saya mencintainya" Itu adalah hari dimana
dia meninggal. Hari dimana pada akhirnya saya akan mengetahui apa yg
sesungguhnya ada dlm hatinya.
Jika engkau mencintai seseorang, "JANGAN PERNAH MENUNGGU HARI ESOK
UNTUK MENGATAKAN KEPADANYA"
Segalanya berawal ketika saya masih berumur 6 tahun. Ketika saya sedang
bermain di halaman rumah saya di California, saya bertemu seorang anak
laki-laki. Dia seperti anak laki2 lainnya yang menggoda saya dan
kemudian saya mengejarnya dan memukulnya. Setelah pertemuan pertama
dimana saya memukulnya, kami selalu bertemu dan saling memukul satu sama
lain di batas pagar itu. Tapi itu tidaklah lama. Kami selalu bertemu di
pagar itu dan kami selalu bersama. Saya menceritakan semua rahasia saya.
Dia sangat pendiam , dia hanya mendengarkan apa yg saya katakan.
Saya menganggap dia enak diajak bicara dan saya dapat berbicara
kepadanya ttg apa saja.
Di sekolah, kami memiliki teman2 yang berbeda tapi ketika kami pulang ke
rumah, kami selalu berbicara ttg apa yg terjadi di sekolah. Suatu hari,
saya bercerita kepadanya ttg anak laki2 yang saya sukai tetapi telah
menyakiti hati saya.. Dia menghibur saya dan mengatakan segalanya akan
beres. Dia memberikan kata2 yang mendukung dan membantu saya utk
melupakannya. Saya sangat bahagia dan menganggapnya sebagai teman
sejati. Tetapi saya tahu bahwa sesungguhnya ada yg lain dari dirinya yg
saya suka. Saya memikirkannya malam itu dan memutuskan kalau itu adalah
rasa persahabatan. Selama SMA dan semasa kelulusan, kami selalu bersama
dan tentu saja saya berpikir bahwa ini adalah persahabatan. Tetapi jauh
di lubuk hati, saya tahu bahwa ada sesuatu yang lain. Pada malam
kelulusan, meskipun kami memiliki pasangan sendiri2, sesungguhnya saya
menginginkan bahwa sayalah yg menjadi pasangannya.
Malam itu, setelah semua orang pulang, saya pergi ke rumahnya untuk
mengatakannya. Malam itu adalah kesempatan terbesar yg saya miliki tapi
saya hanya duduk di sana dan memandangi bintang bersamanya dan bercakap2
tentang cita2 kami. Saya melihat ke matanya dan mendengarkan ia
bercerita ttg impiannya. Bagaimana dia ingin menikah dan sebagainya. Dia
bercerita bagaimana dia ingin menjadi orang kaya dan sukses. Yg dapat
saya lakukan hanya menceritakan impian saya dan duduk dekat dengan dia.
Saya pulang ke rumah dengan terluka krn saya tidak mengatakan perasaan
saya yg sebenarnya. Saya sangat ingin mengatakan bahwa saya sangat
mencintainya tapi saya takut. Saya membiarkan perasaan itu pergi dan
berkata kepada diri saya sendiri bahwa suatu hari saya akan mengatakan
kepadanya mengenai perasaan saya.
Selama di universitas, saya ingin mengatakan kepadanya tetapi dia selalu
bersama2 dengan seseorang. Setelah lulus, dia mendapatkan pekerjaan di
New York. Saya sangat gembira untuknya, tapi pada saat yg sama saya
sangat bersedih menyaksikan kepergiannya. Saya sedih karena saya
menyadari ia pergi untuk pekerjaan besarnya. Jadi.. saya menyimpan
perasaan saya utk diri saya sendiri dan melihatnya pergi dgn pesawat.
Saya menangis ketika saya memeluknya krn saya merasa seperti ini adalah
saat terakhir. Saya pulang ke rumah malam itu dan menangis. Saya merasa
terluka karena saya tidak mengatakan apa yg ada di hati saya.
Saya memperoleh pekerjaan sbg sekretaris dan akhirnya menjadi seorg
analis komputer. Saya sangat bangga dgn prestasi saya. Suatu hari saya
menerima undangan pernikahan. Undangan itu darinya. Saya bahagia dan
sedih pada saat yang bersamaan.
Sekarang saya tahu kalau saya tak akan pernah bersamanya dan kami hanya
bisa menjadi teman. Saya pergi ke pesta pernikahan itu bulan berikutnya.
Itu adalah peristiwa besar.
Saya bertemu dgn pengantin wanita dan tentu saja juga dengannya. Sekali
lagi saya merasa jatuh cinta. Tapi saya bertahan agar tidak mengacaukan
apa yg seharusnya menjadi hari paling bahagia bagi mereka. Saya mencoba
bersenang2 malam itu, tapi sangat menyakitkn hati melihat dia begitu
bahagia dan saya mencoba untuk bahagia menutupi air mata kesedihan yg
ada di hati saya. Saya meninggalkan New York merasa bahwa saya telah
melakukan hal yang tepat. Sebelum saya berangkat. . . tiba2 dia muncul
dan mengucapkan salam perpisahan dan mengatakan betapa ia sangat bahagia
bertemu dgn saya.
Saya pulang ke rumah dan mencoba melupakan semua yang terjadi di New
York. Kehidupan saya terus berjalan. Tahun2 berlalu. . . kami saling
menulis surat dan bercerita mengenai hal yg terjadi dan bagaimana dia
merindukan utk berbicara dgn saya.
Pada suatu ketika, dia tak pernah lagi membalas surat saya. Saya sangat
kuatir mengapa dia tidak membalas surat saya meskipun saya telah menulis
6 surat kepadanya.
Ketika semuanya seolah tiada harapan, tiba2 saya menerima sebuah catatan
kecil mengatakan: "Temui saya di pagar dimana kita biasa bercakap2."
Saya pergi ke sana dan melihatnya di sana. Saya sangat bahagia
melihatnya, tetapi dia sedang patah hati dan bersedih. Kami berpelukan
sampai kami kesulitan utk bernafas.
Kemudian ia menceritakan kepada saya ttg perceraian dan mengapa dia
tidak pernah menulis surat kepada saya. Dia menangis sampai dia tidak
dapat menangis lagi.. .. Akhirnya kami kembali ke rumah dan bercerita
dan tertawa ttg apa yg telah saya lakukan mengisi waktu. Akan tetapi,
saya tetap tidak dapat mengatakn kepadanya bagaimana perasaan saya yg
sesungguhnya kepadanya.
Hari2 berikutnya. dia gembira dan melupakan semua masalah dan
perceraiannya. Saya jatuh cinta lagi kepadanya. Ketika tiba saatnya dia
kembali ke New York, saya menemuinya dan menangis. Saya benci melihatnya
harus pergi. Dia berjanji untuk menemui saya setiap kali dia mendapat
libur. Saya tak dapat menunggu saat dia datang shg saya dpt bersamanya.
Kami selalu bergembira ketika sedang bersama.
Suatu hari dia tidak muncul sebagaimana yg telah dijanjikan. Saya
berpikir bahwa mungkin dia sibuk. Hari berganti bulan dan saya
melupakannya.
Suatu hari saya mendapat telepon dari New York. Pengacara mengatakan
bahwa ia telah meninggal dalam sebuah kecelakaan mobil dalam perjalanan
ke airport. Hati saya patah. Saya sangat terkejut akan kejadian ini.
Sekarang saya tahu... mengapa ia tidak muncul hari itu. Saya menangis
semalam-malaman. Air mata kesedihan dan kepedihan; bertanya2 mengapa hal
ini bisa terjadi terhadap seseorang yg begitu baik spt dia?
Saya mengumpulkan barang2 saya dan pergi ke New York utk pembacaan surat
wasiatnya. Tentu saja semunya diberikan kepada keluargnya dan mantan
istrinya. Akhirnya saya dapat bertemu dengan mantan istrinya lagi
setelah saat terakhir kali saya bertemu pada pesta pernikahan. Dia
menceritakan bagaimana mantan suaminya. Tapi suaminya selalu tampak
tidak bahagia.
Apapun yang dia kerjakan.... tidak bisa membuat suaminya bahagia seperti
saat pesta pernikahan mereka. Ketika surat wasiat dibacakan, satu2nya yg
diberikan kepada saya adalah sebuah diary. Itu adalah diary
kehidupannya. Saya menangis karena itu diberikan kepada saya. Saya tak
dapat berpikir. mengapa ini diberikan pada saya?
Saya mengambilnya dan terbang kembali ke California. Ketika di pesawat,
saya teringat saat2 indah yg kami miliki bersama. Saya mulai membaca
diary itu. Diary dimulai ketika hari pertama kami berjumpa. Saya terus
membaca sampai akhirnya saya mulai menangis. Diary itu bercerita bahwa
dia jatuh cinta kepada saya di hari ketika saya patah hati.
Tapi dia takut utk mengatakannya kepada saya. Itulah sebabnya mengapa
dia bagaimana dia ingin mengatakannya kepada saya berkali2, tetapi
takut. Diary itu bercerita ketika di New York dan jatuh cinta dgn yg
lain. Bagaimana dia begitu bahagia ketika bertemu dan berdansa dgn saya
di hari pernikahannya. Dia menulis bahwa ia membayangkan kalau itu
adalah pernikahan kami. Bagaimana dia selalu tidak bahagia sampai
akhirnya harus menceraikan istrinya. Saat2 terindah dalam kehidupannya
adalah ketika membaca huruf demi huruf yg saya tulis kepadanya.
Akhirnya diary itu berakhir dengan tulisan: "Hari ini saya akan
mengatakan kepadaanya kalau saya mencintainya" Itu adalah hari dimana
dia meninggal. Hari dimana pada akhirnya saya akan mengetahui apa yg
sesungguhnya ada dlm hatinya.
Jika engkau mencintai seseorang, "JANGAN PERNAH MENUNGGU HARI ESOK
UNTUK MENGATAKAN KEPADANYA"
*Untuk semua orang yang aku sayang... I Love U All :) *
Tuesday, July 27, 2010
HOW TO STAY YOUNG
1. Throw out nonessential numbers. This includes age, weight and height. Let the doctors worry about them. That is why you pay "them"
2. Keep only cheerful friends. The grouches pull you down.
3. Keep learning. Learn more about the computer, crafts, gardening, whatever. Never let the brain idle. 'An idle mind is the devil's workshop.' And the devil's name is Alzheimer's.
4. Enjoy the simple things.
5. Laugh often, long and loud. Laugh until you gasp for breath.
6. The tears happen. Endure, grieve, and move on. The only person, who is with us our entire life, is ourselves. Be ALIVE while you are alive.
7. Surround yourself with what you love , whether it's family, pets, keepsakes, music, plants, hobbies, whatever. Your home is your refuge.
8. Cherish your health: If it is good, preserve it. If it is unstable, improve it. If it is beyond what you can improve, get help.
9. Don't take guilt trips. Take a trip to the mall, even to the next county; to a foreign country but NOT to where the guilt is.
10. Tell the people you love that you love them, at every opportunity.
2. Keep only cheerful friends. The grouches pull you down.
3. Keep learning. Learn more about the computer, crafts, gardening, whatever. Never let the brain idle. 'An idle mind is the devil's workshop.' And the devil's name is Alzheimer's.
4. Enjoy the simple things.
5. Laugh often, long and loud. Laugh until you gasp for breath.
6. The tears happen. Endure, grieve, and move on. The only person, who is with us our entire life, is ourselves. Be ALIVE while you are alive.
7. Surround yourself with what you love , whether it's family, pets, keepsakes, music, plants, hobbies, whatever. Your home is your refuge.
8. Cherish your health: If it is good, preserve it. If it is unstable, improve it. If it is beyond what you can improve, get help.
9. Don't take guilt trips. Take a trip to the mall, even to the next county; to a foreign country but NOT to where the guilt is.
10. Tell the people you love that you love them, at every opportunity.
Monday, June 14, 2010
Gak ketemu atau salah alamat ??
Minggu 13 Juni 2010, notification events FB menyatakan ada wedding Sifa dan Suryo. Sebelumnya aku memang sudah berencana untuk datang ke pernikahan mereka. Lalu aku ajak Rangga, ternyata dia mau untuk menemani :)
Minggu 13 Juni 2010 jam 4 sore aku sama rangga janjian untuk dateng ke pernikahan itu alamatnya di Jalan Raya Tengah No.86 Rt.02 Rw. 012 Kel. Gedong Pasar Rebo. sesampainya di Jalan raya tengah aku udah mulai curiga, kok gak ada janur kuningnya ya....owh..mungkin memang gak dipasang. lalu kita tetep jalan masuk kedalem tetep aja gak nemu janur kuning. karna udah berjalan cukup jauh , akhirnya kita memutuskan untuk naik angkot dan bertanya pada abang angkot, siapa tau dia tau.
rangga : "bang, jl raya tengah No.86 Rt.02 Rw. 012 disebelah mana ya? mw kondangan nih."
abang angkot : "oiya itu didaerah sini" sambil sesekali bertanya pada orang dijalan yang dikenalnya " woi, Rt.02 itu tempat Pak Haji Yamin ya?? sapa yg kwinan disana?" orang dijalan cuman mangguk mangguk sambil bilang "IYA".
setelah beberapa saat....
abang angkot : "turun di sini mas, tuh rumah Pak RT-nya bisa tanya disana"
akhirnya kita turun dan menghampiri rumah tersebut.
rangga : "Bu, mau nanya kl Rt.02 Rw.12 disini bukan? "
Ibu RT (mungkin) : " Bukan, disini Rt.01..Rt.02 jalan lagi kesana rumah yg ada papan2-nya"
aku sama rangga : " Oooo....." sambil bingung kita ini nyari Pak RT atau nyari kondangan sih?? apa hubungannya kondangan sama Pak RT?? wakakakaka...baru kali ini nyari kondangan susah.. gak jadi makan-makan gratis deh.. :))
Rumah Pak RT pun tak ketemu..jadinya memustuskan untuk pulang.. pas pulang lihat ada janur kuning tapi bukan atas nama Sifa dan Suryo..benar-benar hari yang aneh wakakaka :))
*buat Sifa dan Suryo maaf ya...saya gak dateng karna gak nemu lokasinya dimana :D
Minggu 13 Juni 2010 jam 4 sore aku sama rangga janjian untuk dateng ke pernikahan itu alamatnya di Jalan Raya Tengah No.86 Rt.02 Rw. 012 Kel. Gedong Pasar Rebo. sesampainya di Jalan raya tengah aku udah mulai curiga, kok gak ada janur kuningnya ya....owh..mungkin memang gak dipasang. lalu kita tetep jalan masuk kedalem tetep aja gak nemu janur kuning. karna udah berjalan cukup jauh , akhirnya kita memutuskan untuk naik angkot dan bertanya pada abang angkot, siapa tau dia tau.
rangga : "bang, jl raya tengah No.86 Rt.02 Rw. 012 disebelah mana ya? mw kondangan nih."
abang angkot : "oiya itu didaerah sini" sambil sesekali bertanya pada orang dijalan yang dikenalnya " woi, Rt.02 itu tempat Pak Haji Yamin ya?? sapa yg kwinan disana?" orang dijalan cuman mangguk mangguk sambil bilang "IYA".
setelah beberapa saat....
abang angkot : "turun di sini mas, tuh rumah Pak RT-nya bisa tanya disana"
akhirnya kita turun dan menghampiri rumah tersebut.
rangga : "Bu, mau nanya kl Rt.02 Rw.12 disini bukan? "
Ibu RT (mungkin) : " Bukan, disini Rt.01..Rt.02 jalan lagi kesana rumah yg ada papan2-nya"
aku sama rangga : " Oooo....." sambil bingung kita ini nyari Pak RT atau nyari kondangan sih?? apa hubungannya kondangan sama Pak RT?? wakakakaka...baru kali ini nyari kondangan susah.. gak jadi makan-makan gratis deh.. :))
Rumah Pak RT pun tak ketemu..jadinya memustuskan untuk pulang.. pas pulang lihat ada janur kuning tapi bukan atas nama Sifa dan Suryo..benar-benar hari yang aneh wakakaka :))
*buat Sifa dan Suryo maaf ya...saya gak dateng karna gak nemu lokasinya dimana :D
Subscribe to:
Posts (Atom)